Manchester United belum menyerah mengincar Jadon Sancho dari Borussia Dortmund. Beritanya, penawaran paling akhir akan disodorkan pada minggu kedepan.
Berdasar laporan Mirror, the Red Devils akan ajukan penawaran yang dapat capai nilai 90 juta paun, dengan perincian 75 juta paun diawalnya serta 15 juta paun selanjutnya berbentuk penambahan (add-on).

Disebut juga jika ini akan jadi penawaran paling akhir Setan Merah ke Dortmund dalam usaha memperoleh Jadon Sancho di bursa transfer panas musim ini.

Dan penawaran itu Ed Woodward, executive vice chairman Manchester United, akan memperjelas tidak akan ada negosiasi berkaitan nilai atau pola penawaran itu.

Beberapa pejabat di Old Trafford memandang jika penawaran 90 juta paun untuk Jadon Sancho itu telah relatif besar

berkaitan dengan keadaan epidemi virus Corona yang mengganggu bagian finansial tim-tim sepakbola dunia, sekalinya Dortmund terus bersikukuh di angka 108 juta paun.

“Serta Woodward juga paham tepat Sancho ketertarikan dengan kekuatan transfer itu, dengan satu kontrak (personal) berharga hampir 175 ribu paun per minggu juga disetujui pada prinsipnya dengan pemain berkaitan,” ucap Mirror.

Isu tentang ketertarikan serta pendekatan Manchester United pada Jadon Sancho sendiri telah berjalan hampir seputar tiga bulan. Dortmund pernah membanderol tenggat waktu sampai 10 Agustus lantas, meskipun MU nampak belum menyerah memperoleh pemain sasaran.

Di bursa transfer panas musim ini MU baru datangkan Donny van de Beek dari Ajax. Gelandang 23 tahun asal Belanda itu beritanya diambil dengan tebusan 35 juta paun plus add-on 5 juta paun.

Kesibukan transfer Manchester United juga mendapatkan banyak sorotan akhir-akhir ini

Diantaranya dari Gary Neville, bekas pemain MU yang sekarang jadi analis serta pengamat di Sky Sports. Dia menyebutkan MU kurang gercep (gerak cepat).

“Permasalahannya, mereka harus juga selekasnya menyetujui transfer serta mereka tidak dapat melakukan dengan efektif. Berikut kelengahan mereka sebab tidak dapat mempersiapkan tim. Ada waktu enam bulan semenjak lockdown, untuk berdialog, lakukan perbincangan melalui zoom, mengontak agen, lakukan suatu hal pada tempatnya.”

“Tidak ada fakta tidak dapat mengakhiri transfer sebelum musim diawali. MU perlu 4-5 pemain baru, mereka baru bisa satu. Saya ketahui Liverpool baru

mendapatkan pemain sasaran mereka dalam beberapa waktu paling akhir, tetapi ada perasaan jika mereka

dapat mengatur transfer mereka,” sebut Gary Neville masalah kesibukan transfer Manchester United di panas musim ini.

Striker baru Chelsea, Kai Havertz, akui ingin mengikuti jejak perintisnya yang disebut Pemain Paling baik Jerman 2002.

Kai Havertz sah mengenakan seragam Chelsea sesudah diambil dari Bayer Leverkusen pada bursa transfer musim panas 2020.

Untuk memperoleh Kai Havertz, Chelsea ikhlas menebusnya dari http://207.244.247.88/ Bayer Leverkusen sejumlah 71 juta pounds (seputar Rp 1,36 triliun).

Kepindahnya Havertz dari Bundesliga ke arah Liga Inggris dipandang untuk jalan yang bagus buat beberapa pemain Jerman

Michael Ballack ialah contoh pemain dari Jerman yang sukses bermain di Liga Inggris.

Ballack masuk dengan Chelsea pada 2006 dengan posisi bebas transfer dari Bayern Muenchen.

Figur yang dikukuhkan untuk Pemain Paling baik Jerman 2002 itu dapat dibuktikan sukses semasa empat musim mengenakan seragam The Blues.

Satu piala Liga Inggris serta tiga gelar Piala FA jadi sumbangsih Ballack buat Chelsea.

Keberhasilan pria berumur 43 tahun itu ternyata ingin ditiru oleh Havertz serta memotivasinya untuk sukses bersama-sama The Blues.

 

 

 

Pemain striker tengah berusia 21 tahun itu juga akui masuk dengan Chelsea ialah mimpinya sebagai riil.

“Untuk seorang anak, Anda tetap punya mimpi untuk bermain di club seperti Chelsea, serta Anda ingat semua laga yang mereka mainkan di Liga Champions,” kata Havertz, diambil BolaSport.com dari situs sah Chelsea.

“Mereka memenangkan banyak gelar serta itu yang ingin saya kerjakan di hari esok.”

“Jadi saat ini buat saya ini ialah mimpi sebagai fakta serta saat ini saya harus kerja keras serta lakukan yang paling baik untuk club.”

“Michael Ballack ialah pemain yang paling, besar sekali. Ia bermain untuk Leverkusen serta Bayern Muenchen.”

“Ia seorang pahlawan tentunya saat saya masih terbilang muda serta ia juga bermain untuk Chelsea.”

“Saya benar-benar menyenanginya untuk pemain. Ia bermain di tempat saya serta ia ialah gelandang yang ingin cetak banyak gol.”

“Saya tentunya coba cetak gol seperti ia.”