Tersingkirnya LA Clippers dari persaingan Playoff NBA 2020 membuat pergolakan besar di team itu. Ditambah lagi mereka tidak berhasil capai final Daerah Barat yang diramalkan beberapa orang. Pergolakan itu diawali pada keluarnya Doc Rivers. Sekarang Clippers peluang akan melepas salah satunya pemain bintangnya.

Clippers kalah dari Denver Nuggets (3-4) di semi-final Daerah Barat musim ini. Mereka tidak berhasil memenangi seri itu walau sempat unggul 3-1. Walau sebenarnya jika melihat ke belakang, Clippers disebut untuk calon juara NBA musim ini. Karena diperkokoh 2 bintang besar yakni Kawhi Leonard serta Paul George. Tetapi ketidakberhasilan mereka di playoff berekor panjang.

Doc Rivers dikeluarkan dari kerjanya sesudah pimpin team waktu 7 musim. Rivers cetak rekor 256-208 semenjak jadi pelatih pada tahun 2013 sampai 2020. Tetapi Rivers tidak menanti lama untuk memperoleh pekerjaan baru. Pada 3 Oktober 2020, Rivers terima pinangan Philadelphia 76ers yang memberikannya kontrak sampai tahun 2025.

Malah yang sekarang memiliki masalah ialah di ruangan tukar Clippers

Menurut Jason McIntyre dari Fox Sports, pemain yang akan dilepaskan Clippers ialah Paul George. Faktanya sebab George seringkali memetik kritikan dari fans NBA serta media atas performanya yang tidak persisten. Dalam 13 pertandingan Playoff NBA 2020, George cetak rerata 20,2 point per game dengan ketepatan shooting di bawah 40 %. Turun dari musim lantas yang rerata cetak 28,6 point per game. George jadi kambing hitam atas kekalahan Clippers dari Nuggets.

Walau sebenarnya pada awal musim, Clippers ikhlas melepas Shai Gilgeous-Alexander serta Danilo Gallinari ke Oklahoma City Thunder untuk diganti dengan George. Penyesalan manajemen Clippers makin besar saat Gilgeous-Alexander serta Gallinari malah dapat bermain bagus bersama Chris Paul di Thunder.

“Saya pernah dengar, Paul George tidak mendapatkan sambutan hangat dari rekanan 1 teamnya,” kata Jason McIntyre, memvisualisasikan situasi ruangan tukar Clippers yang kurang serasi sebab kedatangan Paul George.

Paul George mendapatkan perlakukan istimewa dari Doc Rivers

Ini menyebabkan persoalan dengan rekanan segrupnya, Montrezl Harrell. Pada Game 2 Semi-final Daerah Barat menantang Denver Nuggets, Harrell pernah bicara pada Paul George.

“Kamu tetap betul. Tidak ada yang dapat memberikan kritikan ke kamu,” kata Harrell, seperti dikisahkan Chris Broussard dari Fox Sports.

Tidak cuman Harrel, Chris Broussard menyebutkan beberapa nama pemain Clippers yang memiliki masalah dengan Paul George. Pemain tidak senang dengan perlakukan spesial yang ia peroleh dari Doc Rivers.

Lantas, mengapa bukan Kawhi Leonard yang dilepaskan?

Faktanya, Leonard masih punyai tersisa kontrak 2 tahun dengan Clippers. Pada 10 Juli 2019 lantas, Leonard sepakat tinggal di Los Angeles dengan nilai kontrak AS$103 juta waktu 3 tahun. Walau ada klausul kontrak mengenai keinginan perdagangan, itu baru dapat dilaksanakan tahun 2021 kedepan.

Leonard cetak rerata 27,1 point, 7,1 rebound, serta 4,9 asis di 57 game musim reguler. Catatan itu bertambah jadi 28,3 point, 9,3 rebound, serta 5,5 asis dalam 13 pertandingan di babak playoff. Leonard tingkatkan ketepatan umpan pada musim 2019-2020, hingga dapat membuat 4,9 asis per game, hampir 2x lipat rerata profesinya sendiri.

Harus diingat jika 2 tahun kemarin (2018-2019) Leonard membuat Toronto Raptors juara NBA tiada pertolongan bintang ke-2.

Raptors cuman sediakan beberapa pemain yang memberikan dukungan permainan Leonard. Jadi, jika Clippers tidak berhasil dengan taktik menjadikan satu Leonard serta Paul George, karena itu sebaiknya coba langkah Raptors. Clippers harus sediakan beberapa pemain yang membuat Leonard lebih damai.

Bagaimana dengan nasib Paul George?

Kesempatan ini Jason McIntyre menyangkutkan Paul George dengan Brooklyn Nets. Team yang sekarang diasuh oleh Steve Nash serta punyai 2 bintang besar yakni Kyrie Irving serta Kevin Durant.

“Tempat pendaratan prospek untuk Paul George ialah Brooklyn Nets,” katanya.

Clippers pasti cari pemain yang dapat tutup kerugian mereka sebab kehilangan Danillo Gallinari serta Shai Gilgeous-Alexander. Clippers membidik Caris LeVert, Spencer Dinwiddie, serta Jarrett Allen. Jika Nets sepakat dengan penawaran itu, karena itu musim depan Nets akan diperkokoh 3 bintang NBA, yakni Irving, Durant, serta George. (tor)

Photo: NBA

Untuk liga basket paling baik di dunia, NBA tetap berupaya cari terobosan-terobosan baru. Tidak sebatas meningkatkan liga, pemain, serta fansnya, NBA tetap berupaya memperlebar peningkatan komune (community development) mereka di luar Amerika Serikat serta Kanada.

NBA juga sudah menginisiasi banyak program buat mencapai beberapa fans mereka bertambah luas lagi. Pertama, ada NBA Global Games yang telah dikerjakan di benua Afrika, Eropa, serta Asia. Lantas, ada pula program Basketball Without Borders (BWB), program peningkatan basket dan penjangkauan global NBA serta FIBA. Program BWB juga sudah membuahkan beberapa nama pemain NBA, yaitu Nikola Mirotic, Dragan Bender, R.J. Barrett, sampai calon ruki NBA musim depan Deni Avdija.

Kecuali 2 program itu, NBA dengan cara persisten memperlihatkan komitmennya dalam menggerakkan serta meningkatkan generasi muda yang makin sehat dan aktif lewat bola basket dengan mendatangkan program Jr. NBA.

Semenjak dikerjakan di tahun 2014, Jr. NBA Indonesia sudah mencapai lebih dari 16,5 juta beberapa anak lelaki serta wanita di Tanah Air, mengajari ketrampilan landasan serta nilai-nilai penting Jr. NBA, yakni Sportsmanship (sportivitas), Timwork (kerja sama), a positive Attitude (sikap positif), serta Respect (sama-sama menghormati), atau yang dipersingkat jadi (S.T.A.R.).

Disamping itu, NBA membuat Sekolah tinggi Pelatih Jr. NBA (Jr. NBA Coaches Academy). Satu program training guru-guru olahraga yang disokong pemda dengan standard kelas dunia yang mempunyai tujuan untuk meningkatkan kekuatan lokal dengan mengajari ketrampilan landasan, pendidikan, serta latihan pengondisian bola basket. Program ini telah berjalan semenjak 2018.

Sampai sekarang ini, Jr. NBA Coaches Academy sudah latih lebih dari 52.000 guru dari 41.000 sekolah di 25 kota serta propinsi di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, serta Sumatera Selatan.

Belakangan ini, Jr. NBA Coaches Academy diadakan dengan cara daring pada 10 – 11 September kemarin. Wabah Covid-19 ini memberi rintangan dalam beraktivitas fisik di luar rumah, tapi session daring Jr. NBA Coaches Academy sudah memperlengkapi guru dengan pengetahuan, ketrampilan, serta tehnik untuk mengajar bola basket secara kreatif.

“Pelajaran olahraga cukup susah untuk dilaksanakan dengan cara virtual, khususnya saat beberapa murid tidak memiliki bola basket serta lapangan. Tetapi, beberapa pelatih Jr. NBA memberikan keyakinan kami, beberapa peserta, untuk cari inspirasi baru serta share tehnik latihan bola basket yang bisa dilaksanakan di dalam rumah, seperti latihan ball handling dengan botol minum serta tehnik tembakan walau tiada bola,” jelas Syahrul, Guru Pendidikan Jasmani SMP Perwira Jakarta.

Pada serangkaian training yang berjalan waktu 2 hari itu, bertambah dari satu.300 guru SD, SMP, serta SMA di Jakarta memperoleh beberapa ketrampilan serta latihan yang bisa di ajarkan ke muridnya. Disamping itu, NBA serta Tahir Foundation, satu organisasi amal yang mempunyai tujuan untuk menolong individu serta warga yang memerlukan di bagian pendidikan serta kesehatan, memberitahukan 13 pelatih serta guru yang memenangi Jr. NBA Indonesia Coaches Academy Loyalty Contest 2020 di Indonesia. Semasing juara akan terima beasiswa Jr. NBA Tahir Foundation untuk memberikan dukungan keperluan pendidikan serta/atau pembimbingan.

 

 

“Kami konsentrasi untuk memberikan pola hidup aktif di kelompok remaja Indonesia lewat olahraga sambil pastikan kesehatan serta keamanan warga dengan membuat Jr. NBA Coaches Academy dengan cara daring,” jelas NBA Asia Associate Vice President of Pemasaran Partnerships, Jim Wong.

“Walau wabah ini jadi rintangan untuk mengadakan session latihan di atas lapangan dengan cara langsung, kami memiliki komitmen untuk selalu cari langkah baru untuk menyertakan beberapa pelatih serta guru-guru untuk usaha untuk meningkatkan olahraga basket di Indonesia,” lebih Jim Wong.

Wabah ini memberi efek luas pada beberapa faktor kehidupan beberapa orang. Tetapi, NBA terus memberi training serta beberapa cara baru

untuk guru-guru olahraga untuk mengajari beberapa dasar bola basket ke semua remaja Indonesia pada keadaan semacam ini. Guru yang berminat untuk ikuti program ini, bisa terhubung materi evaluasi di website sah www.jrnbaasia.com atau mengambil aplikasi Jr. NBA Coach pada Google Play Store serta Apps Store. Untuk info selanjutnya mengenai Jr. NBA Asia, turuti kami di Facebook (@JrNBAIndonesia) serta Instagram (@jrnbaasia).(DRMK)

Photo: Jr.NBA Indonesia

 

Ricky Rubio satu bulan lagi genap berumur 30 tahun. Pemain dari Spanyol ini barusan jalani satu musim dengan statistik terbaik di NBA. Di tahun 2004 lampau, Phoenix Suns beli kembali lagi Steve Nash sesudah dianya mencapai umur 30 tahun, serta meneruskan musim terbaik di Suns sampai delapan tahun beriktunya. Pertanyaannya, apa Ricky Rubio telah patut dikatakan sebagai Nash ke-2 di Suns?

Pada 8 Juli 2019, Rubio tanda-tangani kontrak dengan Suns sejumlah AS$51 juta berdurasi 3 tahun. Rubio jalani musim terbaik dengan 57 kali berlaga bersama Suns serta sering menjadi starter. Rubio cetak rerata 13,1 point, 4,6 rebound, serta 8,9 asis per game. Ketepatan keseluruhnya capai 41 %, dengan ketepatan tripoin 35 %.

Rubio pernah dipastikan positif virus korona

lantas dipastikan pulih serta menolong Suns cetak rekor tidak terkalahkan dalam kelanjutan NBA (seeding games). Sayangnya, mereka tidak dapat tampil di playoff NBA 2020. Suns ada di rangking 10 klasemen Daerah Barat dengan rekor 34-39.

Musim ini, Rubio tampil dalam perform terbaik. Ketepatan tembakannya terus bertambah, serta yang penting, chemistry dengan kawan-kawan barunya bagus. Tapi dengan cara sudut pandang permainan, Rubio dapat keluarkan kekuatan terbaik sebab dua hal.

Pertama, kepala pelatih Suns, Monty Williams, tahu bagaimana keluarkan kekuatan terbaik Rubio. Monty membuat beberapa sistem ofensif yang dibuat dengan Rubio untuk jangkarnya. Ke-2, Rubio juga mulai mengetahui jika shooting tiga angka jadi senjata favorite beberapa pemain di liga saat ini. Jadi Rubio terus tingkatkan ketepatan tembakannya.

Selanjutnya, semua mengharap Ricky Rubio dapat tingkatkan performnya serta masih di Suns untuk mengakhiri kontraknya. Rubio memang tidak mengharap ekstensi kontrak. Ditambah lagi manager Suns, James Jones mengatakan sedang cari pemain muda. Mereka membidik Kilian Hayes dalam Draft NBA 2020. Jones beritanya tertarik menarik Fred VanVlet yang telah dengan status pemain bebas agen dari Toronto Raptors. Walau VanVleet menjad pemain yang dipertahankan oleh Raptors.

Lantas bagaimana dengan perbandingan Ricky Rubio serta Steve Nash?

Biasanya, pemain NBA punyai pucuk profesi di antara umur 24 sampai 27 tahun. Mereka alami pengurangan waktu mencapai umur 30 tahun. Tetapi Steve Nash adalah pengecualian dari hal itu. Nash bermain di Suns semenjak 1996 sampai 1998. Selanjutnya geser ke Dallas Mavericks tahun 1998 sampai 2004. Sesudah umurnya masuk 30 tahun, Nash kembali pada Suns. Persisnya pada musim 2004-2005.

Nash cetak rerata 15,5 point, 3,3 rebound, serta 11,5 asis per game pada musim reguler 2004-2005. Catatan itu bertambah jadi 23,9 point, 4,5 rebound, serta 11,3 asis per game di playoff 2005. Setelah itu, pada musim reguler 2005-2006, Nash rerata cetak 18,8 point, 4,3 rebound, serta 10,5 asis per game. Jadi Nash malah cemerlang sesudah berumur 30 tahun.

Kebalikannya, Ricky Rubio mulai memperlihatkan pertanda pengurangan. Jika ikuti perjalanan Rubio, jadi tidak sangsi jika mengatakan untuk penyapu bola terbaik di liga. Berikut yang membikinkan diketahui untuk pemain bertahan paling fantastis. Waktu umurnya di rata-rata 20-an, Rubio minimal cetak rerata steal di atas 2,0 semasa empat musim. Ini memberikannya data statistik 3,3 steal per 100 possession. Tahun ini, Rubio cuma cetak 1,5 steal per game. Tidak mengejutkan sebab refleks serta kecepatannya menyusut bersamaan pertambahan umur.

Suns jelas tak perlu pikirkan apa Rubio dapat tampil seperti Nash

di umur 30 tahun. Mereka cukup membuat Rubio mengendalikan gempuran saja. Sebab, kepentingan cetak point telah diberikan ke Devin Booker. Suns sedang cari garda penting lebih muda menjadi pemain ke enam. Ia yang akan gantikan Devin Booker waktu diistirahatkan. Sesaat Rubio cukup jaga permainan supaya masih konstan. Sekalian kadang-kadang ambil peluang cetak angka melalui tripoin atau shooting perimeter.

Ricky Rubio memperlihatkan performa terbaik semasa kelanjutan NBA di “gelembung” Orlando, Florida. Performa itu didapat waktu dianya betul-betul sehat 100 %. Untuk jaga supaya masih sehat, minimal Monty harus istirahatkan 10 laga pada musim reguler. Kemungkinan dengan langkah ini, Rubio dapat dekati perolehan Nash di Suns. Walau belum dapat menggeser Nash dari dalam hati beberapa fans Suns.

Kontes Slam Dunk pada All-Star tahun ini disemarakkan kerjasama di antara bintang NBA serta tiga penari cantik sebagai simbol TikTok. Satu aplikasi dari Cina yang meledak akhir-akhir ini. Pemerintah Amerika Serikat di bawah Donald Trump ingin larang TikTok tersebar di negaranya. Malah makin dilarang, NBA justru ingin naikkan kerja sama dengan TikTok.

Tindakan Aaron Gordon cetak slam dunk di atas kepala Chance The Rapper bukan hanya memperoleh nilai prima dari juri. Tindakan itu disenangi juta-an orang. Buat NBA, mereka dapat manfaatkan aplikasi yang baru lahir itu untuk aliran promo yang baru.

“NBA ialah organisasi olahraga terbaik di TikTok,” kata Roger Breum, kepala marketing Hookit, perusahaan analisa sosial media.

NBA pertama-tama berpartner dengan TikTok pada November 2018

NBE waktu itu langsung menyediakan beberapa pilihan bahasa seperti Brasil, Cina, serta India. NBE sperti mendapatkan langkah baru untuk menggandeng audience. NBA lihat TikTok untuk platform sosial media yang tumbuh tercepat di dunia. Karenanya, NBA pilih tiga influencer cantik namanya Addison Rae Easterling, Charli Rae Aesterling, serta Dixie D’Amelio. Ke-3nya langsung menghujani situs TikTok dengan video pendek, seperti menari dengan bintang-bintang NBA. Serta video pemandu sorak Chicago Bulls berdurasi 20 detik menempati rangking pertama untuk video bertopik NBA dengan 49 juta penyiaran (viewers).

NBA sedang berusaha jadi liga olahraga yang dapat cetak hit di TikTok. Tapi mereka harus menantang pemerintah Amerika Serikat, yang dengan cara efisien larang aplikasi itu. Orang Amerika Serikat yang punyai TikTok di handphone, mereka umumnya beli dari Beijing, lantas menggunakannya di Amerika Serikat. Menurut Sensor Tower, TikTok yang masih juga dalam step awal peningkatan itu telah didownload 300 juta orang dalam kuartal pertama peluncuran di Amerika Serikat saja. Jika di penjuru dunia, banyaknya dapat capai 2 miliar unduhan.

Alasan NBA ingin tingkatkan kerja sama dengan TikTok memang logis

Pirsawan tv yang melihat pertandingan NBA, rerata berumur 43 tahun. Sedang di TikTok, NBA disaksikan lebih dari 60 % pirsawan berumur rerata di bawah 30 tahun. Menurut Hookit, NBA sekarang punyai 11,7 penganut di TikTok serta terus makin bertambah. NBA jadi liga olahraga dengan penganut paling tinggi di TikTok. NBA membuat 2.210 video dengan keseluruhan penyiaran (viewers) beberapa 1,5 miliar.

Roger Breum dari Hookit menerangkan jika team olahraga umumnya punyai penganut enam sampai 7x lebih banyak di Instagram, dibanding TikTok. Walau pangkal pemakai lebih rendah, tetapi rerata penyiaran per video di TikTok 20 % lebih besar dibanding Instagram. Breum beri pujian TikTok dapat merangku audience lebih buda yang badan dengan keterkaitan dengan cara digital.

“Isinya unik serta baru,” kata Breum. “Platform lain memang lebih eksklusif. Tapi TikTok menyediakan kejujuran. Team atau pemain di liga dapat memperlihatkan hal yang lebih pribadi, tanpa banyak polesan.”

Hookit menulis beberapa account TikTok bertopik olahraga dengan penganut paling banyak. Pertama ada NBA dengan 11,7 juta penganut. Selanjutnya dalam tempat ke-2 ada bintang sepak bola Neymar Jr. dengan penganut 8 juta. Diikuti, FC Barcelona dengan penganut 5,5 juta. Dari cabang olahraga kriket, ada David Warner dengan penganut 4,8 juta. Dan di posisi ke-5 ada NFL dengan 4,5 juta penganut di TikTok.

Toronto Raptors memang tidak berhasil mengulang-ulang kemasyhuran mereka musim kemarin waktu sukses meraih titel juara untuk kali pertamanya dalam riwayat team. Juga begitu, rasa yakin Raptors pada kepala pelatih mereka, Nick Nurse, tidak menghilang sedikitpun.

Paling baru, Selasa, 15 September 2020, waktu ditempat, lewat situs resmi mereka, Raptors resmi memberitahukan ekstensi kontrak untuk Nick. Tidak disebut dengan detil baik lama ekstensi serta nominal kontrak tersebut, tetapi Raptors menyebutkan jika ke-2 iris pihak menyetujui multi-year contract yang bermakna lebih dari 2 tahun.

“Keyakinan kami pada Nick terus tumbuh serta beberapa dari rasa yakin itu ada sebab apakah yang telah kami lewati bersama,” tutur Masai Ujiri, Presiden Raptors. “Perjalanan dua musim paling akhir tidak tertandingi oleh perjalanan riwayat team ini sendiri. Pertama, kami sukses meraih titel juara. Lantas, kita hadapi epidemi serta berusaha bersama menantang rasisme serta keadilan sosial. Nick sudah memperlihatkan jika dia dapat jadi pelatih di atas lapangan serta pimpin di kehidupan bermasyarakat. Atas hal tersebut, kami tidak sabar untuk kembali lagi meraih beberapa hal hebat di hari esok,” ujarnya.

Semenjak resmi naik jadi kepala pelatih dua musim kemarin, Nick meraih rekor 111 kali menang serta 43 kali kalah

Musim ini, tanpa ada Kawhi Leonard yang menyebrang ke Los Angeles Clippers, Raptors masih berjaya pada musim reguler dengan rekor kalah-menang (53-19) yang tempatkan mereka untuk team dengan rekor terbaik ke-2 di NBA musim ini, cuma kalah dari Milwaukee Bucks.

Di playoff sendiri, dalam dua musim perjalanannya, Nick masih mempunyai catatan bagus. Dalam 35 game, Raptors sukses memenangkan 23 salah satunya yang sama dengan 65,7 % kemenangan. Titel juara musim kemarin ialah bukti kekuatan Raptors

serta musim ini Nick memperoleh penghargaan untuk pelatih terbaik (Coach of the Year).

“Saya serta keluarga saya benar-benar menghormati apakah yang dilaksanakan oleh Larry Tanenbaum serta MLSE Ownership atas keyakinan yang dikasih ke saya. Saya mujur mempunyai Masai, Bobby, serta beberapa pemain yang yakin pada saya dan terus kerja keras,” tutur Nick. “Toronto sudah jadi rumah saya dalam tujuh tahun

paling akhir serta saya siap untuk bertahan di sini di beberapa tahun kedepan. Saya sudah lihat organisasi ini tumbuh

serta saya tidak sabar hadapi semua rintangan untuk kembali lagi bawa titel juara,” tutup pelatih 53 tahun itu. (DRMK)

 

Russell Westbrook serta James Harden kembali pada lokasi yang benar-benar akrab yakni di tingkat eliminasi semi-final. Westbrook tetap tereliminasi di semi-final saat bersama Oklahoma City Thunder. Sedang James Harden hadapi eliminasi semi-final ke-3 dalam empat musim paling akhir.

Rockets ada di tingkat eliminasi, sesudah kalah 110-100 dari Los Angeles Lakers di Game 4 Semi-final Daerah Barat, Kamis malam, 10 September. Rockets sekarang ketinggalan 1-3 di seri ini. Ke-2 mantan MVP, Harden serta Westbrook, sudah pasti jemu mengadapi hal itu.

“Nomor satu, urus permainan di muka kita,” kata Westbrook. “Ini jelas, menang atau pulang. Jadi kami harus dapat pastikan tidak terbebani dengan hal di luar pertandingan.”

Dua megabintang itu punyai arah bersama musim ini. Mereka ingin membuat peluang juara lebih besar dengan bermain bersama. Tapi malah cuma meningkatkan jumlah perhatian saja, tidak tingkatkan perolehan mereka. Ditambah lagi, mereka harus berjumpa Lakers di semi-final. Team yang sedang cari titel juara, yang punyai LeBron James serta Anthony Davis.

Harden sudah alami kekalahan playoff berturut-turut di tangan Golden State Warriors

Sesaat Westbrook dapat meluncur ke putaran ke-2 musim ini, semenjak dianya berpisah dengan Kevin Durant di Thunder. Minimal, Westbrook telah merasai tampil kembali di semi-final daerah.

Serta saat ini, mereka harus berusaha untuk bangun dari ketinggalan 1-3 di semi-final. Westbrook serta Harden harus memberikan keyakinan keduanya jika masih ada kesempatan di “gelembung” ini.

“Kami cuma harus kembali pada hal yang memberikan kami kesempatan terbaik untuk menang. Kami harus dapat memenangi game setelah itu,” tambah Westbrook.

Sesudah memenangi game pertama, Rockets punyai kepercayaan jika mereka dapat tundukkan Lakers. Tapi beberapa waktu paling akhir, semua amburadul. Lakers, yang diperintah oleh LeBron James serta Anthony Davis, lakukan rekonsilasi pada pola bola kecil Rockets. Belum juga, Danuel House Jr. yang terakhir jadi starter, justru tidak bermain. Bukan lantaran luka, tetapi pelanggaran prosedur kesehatan. Berita paling baru, House malah diusir dari “gelembung” NBA.

Dua dinamis ini harus hadapi eliminasi bersama. Semestinya mereka lebih kuat. Tidak cuma masalah pertemanan saja, tapi jika gagal ke final musim ini, Westbrook peluang dapat pergi. New York Knicks siap membawa Westbrook. Membuatnya muka baru di team untuk musim depan.

Mereka akan mempunyai minimal satu peluang lagi untuk keluarkan semuanya yang mereka miliki. Memaksakan Lakers ke game penetapan. Memang nampak susah, tapi Westbrook serta Harden akan cobanya.

“Tujuanku, tidak ada yang dapat kami lakukan saat ini,” kata Harden. “Kami akan bawa energi yang sama juga dengan kuarter ke-4 game 4, ke pertandingan game 5 kelak.”

 

Golden State Warriors mempunyai performa paling jelek di liga musim 2019-2020 dengan rekor 15-50. Ini sesudah mereka capai Final NBA lima tahun beruntun serta memenangi tiga gelar semasa tenggang saat itu. Semua pemerhati NBA menjelaskan berbagai macam hal mengenai berkurangnya performa Stephen Curry serta teman-teman. Sebaliknya, Manager Warriors Bob Myers malah santai-santai saja.

Myers menyikapi pertanyaan mengenai pengurangan Warriors dengan enjoy. Justru menurut dia, ini menjadi setahun yang sangat melawan semenjak dianya jadi manager Warriors bulan April 2012 lampau.

“Itu bergantung,” kata Myers di podcast ‘Bridge to Bridge’. “Anda menyaksikannya dari pemikiran fans. Tetapi dari pemikiran saya, ini ialah peluang untuk menulis lagi skrip Warriors.”

“Lima tahun paling akhir kami bahagia dapat melalui ini bersama. Saat ini, kami akan menggeser sedikit beberapa orang kami. Itu susah, tapi kami perlu lakukan itu.”

Pengakuan Myers ini menarik

Sebab dianya mengulas tentang efek emosional yang ditimbukan dalam lima musim paling akhir. Warriors masuk playoff, serta masuk final dari 2015 sampai 2019. Menurut Myers, ini benar-benar melelahkan buat pemain, staf pelatih, serta beberapa orang yang mengatur team ini.

Selanjutnya, saat team tidak punyai desakan serta harapan tinggi pada musim 2019-2020 membuat mereka dapat ambil nafas. Minimal, team yang telah 2x meraih NBA Executive of the Year dapat berencana hari esok team.

Hal pertama yang dilaksanakan Myers waktu itu ialah lakukan perdagangan dengan Minnesota Timberwolves. Warriors melepas D’Angelo Russell. Untuk imbalannya Warriors memperoleh Andrew Wiggins serta tiga besar pilihan pertama dalam Draft NBA 2021.

Rupanya Myers betul. Warriors dapat lakukan beberapa hal untuk melakukan perbaikan team semasa interval pertandingan musim ini. Warriors sekarang punyai ticket Draft Pick No.2 di Draft NBA 2020. Mereka tak perlu cemas sebab telah ada 13 pemain dalam rosternya. Lantas, kelonggaran keuangan dapat membuat Warriors turut menyemarakkan pasar bursa pemain bintang.

Myers menyebutkan, jika pemilik club memberikan lampu hijau untuk lakukan perdagangan dengan agresif, karena itu dianya janji akan membuat fans Warriors suka. Ini sebab ada nama bintang besar yang isi roster Warriors musim depan. (tor)