Menjelang PON 2021, Beberapa ratus Olahragawan Sulsel Test Fisik dan Kesehatan

Posted on

 

Minggu Olahraga Nasional (PON) akan digelar di Papua tahun depannya. Tim Sulawesi Selatan telah lakukan test fisik dan kesehatan sejak dari awal.

Pengecekan ini dikerjakan di klinik kesehatan Kantor KONI Sulsel, Jalan Sultan Hasanuddin, Sabtu (19/12/2020).

Olahragawan yang jalani test ini ialah yang sudah bisa lolos penyeleksian

dan adalah binaan KONI untuk penyiapan PON 2020 di Papua.

Walaupun hujan lebat mengguyur sejauh penerapan test fisik dan test kesehatan, semangat olahragawan

untuk mengikut tingkatan test fisik dan test kesehatan itu tidak pernah padam.

es fisik untuk olahragawan ini dikerjakan secara ketat dengan prosedur COVID-19, seperti jaga jarak,

menggunakan masker, membersihkan tangan dan menghitung temperatur badan, baik waktu jalani test secara perseorangan atau bergerombol.

Baca juga : Indonesia Tuan Rumah FIBA Asia Cup 2021, Langsung Bisa lolos 16 Besar

Beberapa olahragawan ini jalani tiga tingkatan tes fisik dan tes kesehatan dengan pengawasan langsung oleh team kesehatan Koni Sulsel yang terbagi dalam dokter dan pegiat perawat

Tes awal olahragawan harus menghitung temperatur badan lebih dulu, saat sebelum jalani test index bahasa badan seperti pengukur tinggi tubuh, pengukur berat tubuh dan pengukur tekanan darah.

“Seterusnya olahragawan jalani pengecekan tahap test 3 menit yaitu mengecek dan menilai kesehatan olahragawan sepanjang 3 menit dengan menghitung detak jantung dan detak nadi memakai alat elektronik pendeteksi detak jantung dan nadi. Dalam tes ini, team klinis memasangkan alat pendeteksi didada dan dilengan olahragawan, seterusnya beberapa olahragawan mengawali testnya lewat tes nadi istirahat, nadi training dan nadi pemulihan dengan tehnik mengendalikan napas, duduk tenang dan tehnik turun naik kursi sepanjang semasing 3 menit,” kata Ketua Pembimbingan dan Prestasi Koni Sulsel, Andi Ihsan, dalam info sah.

Pada tingkatan akhir, olahragawan mengikut test diagnosis dan deformitas dengan mengikut perintah team klinis. Test ini dibutuhkan untuk menghitung kekuatan dan organ pada bentuk olahragawan yang tidak normal.

“Team klinis mengecek organ penting di lengan, siku, lutut dan tungkai kaki olahragawan baik

saat status berdiri atau di saat olahragawan tiduran,” tambahnya.

“Tes itu dikerjakan sepanjang dua hari yaitu diawali hari Sabtu dan usai hari Minggu esok

selaku salah satunya langkah jaga dan mengavaluasi kesehatan dan jasmani olahragawan kita,

supaya masih sempurna supaya bisa melakukan latihan secara baik.”

Tes hari awal dikerjakan sekitar 99 dari 202 jumlah olahragawan sudah jalani tes,

dari 19 cabang olah raga se-Sulawesi Selatan, seperti sepakbola, bultangkis, cricket dan dayung.

Cabang olah raga seperti angkat besi, balap motor dan basket tidak datang dalam tes fisik ini sebab melakukan latihan di luar Sulsel.

Gagasannya di hari Minggu (20/12/2020), cabang olah raga perseorangan seperti judo, pencak silat, karate, muaythai, dan yang lain akan jalani test sama.

Baca juga : Satu Rutinitas Jelek Barcelona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *