PSG MENGAKHIRI FINAL LIGA CHAMPIONS TERPANJANG

Posted on

 

Penantian Paris Saint-Germain pada akhirnya usai.

Sesudah 110 pertandingan Liga Champions, pembangkit tenaga listrik Prancis itu sukses capai final pertandingan club teratas Eropa.

Tidak ada club lain untuk capai final harus menanti lebih lama, dengan Arsenal menggenggam rekor awalnya dengan jalani 90 pertandingan dari 1971-2006 sebelum dapat bermain untuk gelar itu.

Serta tak perlu ada drama terlambat untuk PSG kesempatan ini sebab Angel Di Maria cetak gol serta memberi assist untuk 2 gol yang lain dalam kemenangan nyaman 3-0 atas Leipzig di semi-final di hari Selasa. PSG memerlukan 2 gol terlambat untuk kembali lagi menantang Atalanta di perempat final pekan kemarin.

“Kami benar-benar suka. Ini yang pertama buat club,” kata Di Maria. “Kami kerja keras serta mainkan pertandingan yang hebat. Kita ingin membuat riwayat untuk club. Kami sukses malam hari ini serta kami ada di final, itu penting. Kami harus terus seperti malam hari ini untuk merealisasikan mimpi kami.”

PSG jadi club Liga Prancis pertama yang capai final Liga Champions semenjak Monaco pada 2004

serta dapat jadi team Prancis ke-2 yang meraih gelar sesudah Marseille pada 1993.

PSG akan hadapi juara 5 kali Bayern Muenchen atau sama-sama club Prancis Lyon. Mereka berjumpa pada Rabu di semi-final lain dari turnamen mini yang dimainkan di Lisbon sebab epidemi virus corona.

Marquinhos serta Juan Bernat cetak gol waktu club Prancis punya Qatar itu menghindari kemenangan dari pada akhirnya merampas mahkota Eropa yang susah dimengerti.

Neymar, yang mempersiapkan salah satunya gol dengan sepakan backheel bagus di kotak penalti, beberapa langkah lebih dekat untuk penuhi maksudnya memenangi Liga Champions jauh dari mantan club Barcelona.

Ia serta rekanan satu teamnya rayakan di baris tengah sesudah pertandingan, menyanyi serta menari semasa sesaat. Kembali pada rumah, supporter PSG banyak yang datang ke Champs-Elysees Avenue yang populer, situs tradisionil untuk perayaan kemenangan, menghidupkannya dengan hurrah serta obor asap.

Pertama Menteri Prancis Jean Castex beri pujian team di Twitter

mencuplik “pengalaman, talenta, serta semangat team” PSG untuk kemenangan itu

“Paris itu ajaib!” ia tweeted.

Hasil itu akhiri perjalanan mengagetkan Leipzig yang dibantu Red Bull, club muda Jerman yang cuma hadir untuk ke-2 kalinya di Liga Champions.

“Ticket ke final untuk Paris memang patut,” kata pelatih Leipzig Julian Nagelsmann, pemain termuda di semi-final Liga Champions pada umur 33 tahun. “Dalam 10 sampai 12 menit pertama kami melakukan secara baik serta mempunyai keadaan yang baik. Susah untuk melakukan. kembali pada permainan sesudah gol ke-2 sebab Paris mempunyai banyak kualitas. Susah untuk menerimanya tapi sepakbola semacam ini. ”

Menggenggam kendali seutuhnya

PSG nampak menggenggam kendali semenjak awal di Stadion Sinar Benfica, dengan Marquinhos serta Di Maria cetak gol di babak pertama serta Bernat meningkatkan keunggulan di babak ke-2.

PSG sudah menguasai di Prancis tapi arah penting pemiliknya dari Qatar ialah memenangi gelar Liga Champions serta memperoleh tempatnya antara elit Eropa. Club ini tersisih di babak 16 besar turnamen dalam tiga musim paling akhir, serta di perempat final 4x beruntun awalnya. Performa terakhir kalinya di semi-final berlangsung pada 1995, waktu kalah dari AC Milan.

“Ini mimpi yang menjadi fakta,” kata presiden PSG Nasser Al-Khelaifi. “Kami ingin ada di final Liga Champions, kami ingin memenangi Liga Champions. Kami ketahui jika kami akan meraihnya satu hari kelak. Saya tidak paham apa tahun ini, tapi tiap tahun kami memperjuangkannya, jadi terima kasih Tuhan jika kami di sini di final. ”

Leipzig, yang singkirkan Atletico Madrid di perempat final, coba membuat sinyal di Eropa di bawah perusahaan minuman energi Red Bull,

yang pada 2009 beli hak lisensi dari club lapis ke-5 SSV Markranstaedt

serta membayar promo konstan team baru lewat beberapa liga yang lebih rendah. di Jerman.

PSG kembali lagi dengan kemampuan penuh dalam gempuran dengan Kylian Mbappe serta Di Maria kembali pada lineup awal

Mbappe tidak bermain semenjak awal di perempat final sebab sembuh dari luka, sesaat Di Maria diskors sebab penumpukan kartu kuning.

Di Maria melepas sepakan bebas prima ke kotak penalti untuk Marquinhos buka score di menit ke-13 dengan tandukan ke pojok jauh. Pemain tengah Brasil cetak gol penyama posisi penting pada menit ke-90 menantang Atalanta.

Di Maria memberikan tambahan gol ke-2 dari dalam kotak penalti di menit ke-42 sesudah umpan bagus

dari Neymar yang diawali dengan penjaga gawang Leipzig Peter Gulacsi lakukan umpan jelek. Assist ke-2 Di Maria membuat gol jarak dekat Juan Bernat pada menit ke-56.

PSG sukses gagalkan garis gawang 3x di babak pertama, dengan Neymar, Mbappe serta Di Maria hampir cetak gol. Itu mempunyai gol yang dibatalkan sebab handball.

PSG sudah cetak gol dalam 34 pertandingan paling akhir Liga Champions, menyamakan rekor yang dibikin oleh Real Madrid dari 2011-2014.

Club Prancis tidak mempunyai Keylor Navas di gawang sebab luka otot, tapi pemain cadangan Sergio Rico hampir tidak terancam oleh gempuran Leipzig.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *